"Cinta Hakiki Khaliq Terbit Dari Kalbu Nan Suci.Rintihan Hati Luahan Perasaan Yang Dituturkan DihadapanNya Menggamit Rasa Syahdu Memecah Kesunyian Malam Justeru Melahirkan Sentuhan Jiwa Dan Ketenangan Pada Hati ,Yang Merindui Penciptanya".

Sunday, 19 June 2011

Racun Hati > Pergaulan Salah


Racun Hati : Pergaulan Yang Salah : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadis shahih bersabda,”Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan hadiah minyak wangi kepadamu, atau engkau akan membeli minyak wangi darinya, atau setidak-tidaknya engkau akan mendapatkan bau semerbak wangi (dari minyak wangi yang ia jual). Adapun bersama tukang pandai besi, engkau boleh terbakar kerana apinya, atau jika tidak engkau pasti akan mendapati bau hangus.”

Dalam sabda ini, Nabi menjelaskan manfaat yang akan kita dapatkan jika kita gemar berteman dengan orang yang baik. Sebaliknya, Nabi juga menjelaskan kerugian yang akan kita dapatkan jika kita berteman dengan orang yang buruk perangainya. Ini secara tidak langsung merupakan perintah dari Nabi agar kita memilih orang yang baik sebagai teman karib atau teman dekat kita. Sebaliknya, beliau melarang kita untuk menjadikan orang-orang yang jahat sebagai teman karib kita.

Para ulama sendiri membagi teman menjadi empat bahagian. Pertama, teman yang seperti makanan. Kita setiap hari pasti memerlukan makanan. Tanpa makanan, kita akan mati. Makanan adalah sesuatu yang boleh membuat kita terus bertahan hidup. Demikian pula, kita memerlukan teman yang seperti ini. Teman yang boleh menjaga kelangsungan hidup kita, baik secara jasmani mahupun secara rohani. Rakan kerja dan rakan niaga kita adalah contoh teman yang boleh menjaga kelangsungan hidup kita secara jasmani.

Ulama, pembimbing dan guru adalah contoh teman yang boleh menjaga kelangsungan hidup kita secara rohani. Itulah teman-teman yang sentiasa kita perlukan setiap saat.Kedua, teman yang seperti ubat. Namanya ubat pasti hanya kita perlukan saat sakit saja. Disamping itu, jenis ubat yang kita perlukan pun harus sesuai dengan sakit yang kita hadapi. Demikian pula dos  pun harus tepat, tidak boleh berlebihan. Seperti inilah teman yang hanya kita perlukan pada saat-saat tertentu saja. Tidak setiap saat kita memerlukan kehadirannya. Demikian pula kita hanya perlu berhubungan dengannya seperlunya saja dan tidak boleh sampai berlebihan.

Teman macam pertama dan kedua inilah yang boleh kita jadikan sebagai teman karib atau teman terdekat. Ketiga, teman yang seperti penyakit. Tentu saja teman seperti ini tidak bisa kita jadikan sebagai teman karib. Akan tetapi, bukan bererti kita sama sekali memutus hubungan dengannya. Sebaliknya, kita memiliki kewajiban untuk berusaha menyembuhkannya. Sebagaimana penyakit ada yang ringan, ada yang sedang, dan ada yang parah, demikian pula teman yang satu ini. Keadaannya berbeza-beza dan bertingkat-tingkat. Namun bagaimanapun, ia tetap berpotensi menularkan penyakitnya kepada diri kita. Kerana itu kita harus tetap berhati-hati ketika berinteraksi dengannya.

Keempat, teman yang seperti racun. Ini adalah teman yang mematikan! Sama sekali tidak ada kebaikannya bagi diri kita. Ia juga hampir-hampir tidak memiliki peluang lagi untuk berubah menjadi baik. Kerana itu, kita harus sentiasa waspada terhadap orang-orang semacam ini.

Pertemanan dengan orang-orang yang baik dan soleh akan menjadi pupuk bagi keimanan kita. Pertemuan dengan mereka akan menyegarkan dan meningkatkan keimanan kita. Nasihat-nasihat mereka ibarat siraman air di tanah yang tandus. Berbagai hal yang bermanfaat juga akan tercipta dari pertemanan dengan mereka.

Sebaliknya, pertemanan dengan orang-orang yang gemar bermaksiat dan dalam rangka kemaksiatan adalah fatamorgana. Pertemanan dengan mereka adalah pertemanan yang bersifat semu. Sekalipun di dunia ini pertemanan semacam ini boleh berlangsung akrab, akan tetapi pada hari kiamat kelak justeru akan menjadi penyesalan. ”Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan Fulan sebagai teman akrabku.”

Ketika itu, satu orang dengan yang lainnya akan saling berlepas tangan. “Ketika orang-orang yang diikuti (kesesatannya) berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat seksa, (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti (kesesatan temannya): ‘Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka (teman-teman yang telah menyesatkan aku), sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.’ Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi penyesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (QS Al-Baqarah: 166-167)

Bahkan, pada hari kiamat itu orang-orang yang saling berteman dalam kemaksiatan akan menjadi musuh satu sama lain kerana saling mempersalahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf: 67).

No comments:

Post a Comment