"Cinta Hakiki Khaliq Terbit Dari Kalbu Nan Suci.Rintihan Hati Luahan Perasaan Yang Dituturkan DihadapanNya Menggamit Rasa Syahdu Memecah Kesunyian Malam Justeru Melahirkan Sentuhan Jiwa Dan Ketenangan Pada Hati ,Yang Merindui Penciptanya".

Wednesday, 6 July 2011

Tekad Tuntut Imu


Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.

Kita harus menguatkan tekad untuk terus menuntut ilmu dan pengetahuan.
Selain kita boleh menuntut ilmu dan pengetahuan di rumah, empat kerja, sekolah atau tempat menuntut ilmu lainnya, kita juga boleh menemukan banyak kiat-kiat belajar atau motivasi belajar yang boleh kita jumpai di berbagai media massa, baik media cetak, media elektronik maupun media internet.


Tanpa ilmu dan pengetahuan kita tidak akan mengetahui siapa diri kita, siapa Allah ‘Azza wa Jalla, dan jalan untuk pulang kepada Allah Sang Khaliq. Makin sedikit pengetahuan, makin pahit hidup ini kerana tak banyak masalah yang boleh diselesaikan. Oleh kerana itu jikalau kita ingin berjaya ingatlah janji Allah ‘Allah ‘Azza wa Jalla :

“… .. Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derjat.” (QS Al Mujadilah : 11)

Juga sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka wajiblah baginya dengan ilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka wajib baginya untuk mencari ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat, maka wajib baginya untuk mencari ilmu.”

Kita tahu bahwa segala sesuatu dalam hidup ini selalu berubah. Umur bertambah tua, tubuh bertambah lemah, kepyahan bertambah banyak, hingga masalah dan potensi konflik pun bertambah. Bagaimana mungkin kita menyingkapi segala sesuatu yang selalu bertambah tanpa ilmu yang bertambah pula.

Mari kita terus menerus meng-up-grade diri dan memperbaiki diri. Kalau ilmu kita luas, maka akan seperti orang yang berada di puncak gunung, dia  boleh melihat pemandangan di bawahnya lebih luas.

Begitupun, orang yang luas ilmunya, ia akan lebih arif dan bijak dalam melihat kehidupan.
Atau seperti kapal selam di lautan yang dalam, walau dari sana sini air menekan, dia tak pernah kandas tenggelam. Begitupun, orang yang mengerti erti kehidupan dapat menyelami kehidupan ini dengan tenang, tidak panik. Sebaliknya, orang yang sedikit ilmunya seperti perahu di permukaan laut yang selalu terombang ambing ombak. Orang yang tidak berilmu tak boleh menyelami erti hidup, dalam kesenangan membabi buta, dalam kesedihan terpuruk dan putus asa.

Ciri-ciri orang yang kurang ilmu adalah hilangnya kearifan, misalnya menyelesaikan masalah dengan mengandalkan kekuatan otot atau amarah. Kalau semuanya berubah, tetapi ilmu kita tak berubah dan bertambah, maka seringkali yang bertambah adalah peningkatan emosi dan tensi.

Betapa sering kita melihat orang-orang yang terpuruk kerana kurang ilmunya. Walau dia mempunyai kedudukan, tetapi jika kemampuannya tidak sesuai dengan amanahnya, maka ia akan menjadi hina justeru oleh kedudukannya itu.

Jika kita ingin mempunyai masa depan yang baik, maka kita harus mencintai belajar, setiap waktu harus sekuat tenaga menambah ilmu. Jadikan belajar sebagai program harian kita. Setiap hari harus mencari buku-buku untuk dibaca. Kalau melihat televisiyen, lihatlah program yang boleh menjadi ilmu. Kalau mempunyai wang lebih, ikutilah kursus yang boleh menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman. Kemudian, berkumpullah dengan orang-orang yang mencintai ilmu.

Tekadkan dalam hati, wujudkan dengan langkah nyata dan konsisten dengan komitmen ini :

“Setiap hari saya harus mencari ilmu. Setiap hari saya harus bertambah ilmu. Setiap hari saya harus terus memahami ilmu. Saya harus meluangkan waktu untuk mencari dan menuntut ilmu. Saya harus membebaskan diri saya dari belenggu kebodohan dengan mendapatkan ilmu. Saya harus mengamalkan ilmu agar menjadi ilmu yang bermanfaat.”

Kalau kita berilmu, dunia akan datang kepada kita. Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam hadits Qudsi :
“Hai dunia, layani orang yang hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada-Ku dan perbudak orang-orang yang hidupnya hanya sibuk mencari dunia.”

Semoga huraian singkat ini dapat memotivasi sahabat-sahabat semuanya untuk sentiasa menuntut ilmu demi kebaikan dan keutamaan hidup, baik kehidupan di dunia terlebih kehidupan di akhirat kelak nanti…Aamiin.

No comments:

Post a Comment